13 Istri, Janji Palsu, dan Kampung yang Terluka“Tuan Imam” di Kampung Kasih Sayang Diduga Langgar Syariat dan Tipu Warga

0
347

Medan | GeberNews.com — Sosok yang dikenal sebagai “Tuan Imam” di Kampung Kasih Sayang, Kabupaten Langkat, mulai menuai sorotan tajam. Pria berinisial Hnf itu diduga menyimpan sejumlah kejanggalan dalam praktik keagamaannya yang selama ini ditutupi kesan religius.

Informasi yang dihimpun Selasa (29/4/2025) menyebutkan, Hnf diduga memiliki hingga 13 istri, termasuk beberapa gadis belia. Ironisnya, pernikahan-pernikahan tersebut dilaporkan tidak tercatat secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA).

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara pun telah menegur, mengacu pada Fatwa MUI Nomor 17 Tahun 2013. Dalam fatwa itu ditegaskan, menikah lebih dari empat istri secara bersamaan hukumnya haram. Istri sah secara syar’i hanya berlaku bagi empat orang pertama, sedangkan selebihnya wajib dipisahkan.

Namun teguran tersebut tampaknya diabaikan. Hnf justru tetap mempertahankan belasan istrinya. Satu-satunya yang berhasil keluar dari ikatan itu dikabarkan telah resmi bercerai.

Tak hanya soal pernikahan, warga luar yang sempat terpikat dan pindah ke Kampung Kasih Sayang juga mengaku kecewa. Mereka sebelumnya diminta menyerahkan seluruh harta benda dengan janji kesejahteraan bersama. Tapi setelah bertahun-tahun, janji tersebut tak pernah terealisasi.

“Kami sudah menjual harta untuk kampung ini, tapi kini makan pun kami kesulitan,” kata salah satu warga yang kini telah meninggalkan kampung.

Beragam usaha yang pernah dijalankan di kampung itu seperti ternak kambing, ayam kampung, hingga budidaya ikan lele disebut gagal total. Penyebabnya disinyalir karena pengelolaan yang tidak profesional.

“Dana ke baitul mal kabarnya mencapai ratusan juta rupiah. Tapi kami tak tahu bagaimana uang itu dikelola,” ujar warga lainnya.

Situasi Kampung Kasih Sayang saat ini dilaporkan semakin memanas. Banyak warga yang mulai angkat kaki, merasa tertipu oleh janji-janji semu.

Ajudan Bungkam, Imam Tak Menjawab

Ketika dimintai konfirmasi, ajudan Hnf bernama Kholik Ritonga justru balik bertanya. “Siapa yang bilang itu, Pak?” katanya saat dihubungi lewat sambungan telepon.

Kholik enggan menjawab secara rinci soal jumlah istri Hnf, hanya mengatakan, “Kalau mau jelas, silakan datang ke kampung. Nanti kita ketemu.”

Saat ditanya pertanyaan lanjutan, Kholik menolak memberikan keterangan lebih jauh dan menutup komunikasi.

Dodi Suara Prananta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini