Adi Warman Lubis Minta APH Usut Dugaan Penyimpangan Revitalisasi Danau Siombak

0
429

Medan | GeberNews.com – Ketua Umum Tim Kenziro Nusantara (TKN), Adi Warman Lubis, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengusut dugaan penyimpangan dalam proyek revitalisasi Danau Siombak yang menelan anggaran Rp42,5 miliar.

Adi Warman menilai bahwa proyek dengan anggaran besar tersebut seharusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Namun, ia mencurigai adanya indikasi penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah.

“Kami meminta APH segera turun tangan untuk memeriksa proyek revitalisasi Danau Siombak. Anggaran yang digunakan sangat besar, dan ada indikasi penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara. Jangan sampai ada kebocoran dana yang menguntungkan pihak-pihak tertentu,” tegasnya dalam keterangannya, Jumat (8/3/2025).

Dugaan Kejanggalan dalam Proyek

Adi Warman menegaskan bahwa proyek dengan nilai sebesar itu harus diawasi secara ketat agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, ia melihat adanya kejanggalan yang perlu ditelusuri lebih dalam oleh pihak berwenang.

“Revitalisasi Danau Siombak seharusnya menjadi proyek yang membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Namun, jika ada penyimpangan dalam pelaksanaannya, tentu harus segera ditindak. Jangan sampai uang rakyat terbuang percuma,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran proyek tersebut. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak yang terlibat untuk bersikap terbuka terhadap pemeriksaan yang dilakukan oleh APH.

“Kita ingin proyek ini berjalan sesuai aturan dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Jika memang tidak ada masalah, tentu semua pihak harus siap diaudit dan diperiksa agar tidak ada dugaan penyalahgunaan anggaran,” ujarnya lagi.

Transparansi dan Akuntabilitas Ditekankan

Adi Warman menekankan bahwa pengawasan terhadap proyek-proyek pemerintah harus dilakukan secara ketat untuk mencegah praktik korupsi atau penyimpangan anggaran. Ia berharap APH segera bertindak cepat untuk mengusut dugaan penyimpangan dalam proyek revitalisasi Danau Siombak.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk turut mengawal proyek-proyek pembangunan agar benar-benar membawa manfaat nyata. Menurutnya, keterlibatan publik dalam pengawasan bisa menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah penyalahgunaan anggaran.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai permintaan investigasi ini. GeberNews.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menunggu tanggapan dari pihak berwenang.

Dodi Suara Prananta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini