Apel Kesiapsiagaan di Babel, Kapolda Tegaskan Sinergi Total Hadapi Ancaman Bencana

0
105

Babel | GeberNews.com – Kapolda Bangka Belitung (Babel) Irjen Pol Viktor T; Sihombing memimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 di halaman Mapolda Bangka Belitung, Rabu (5/11/25). Kegiatan ini dihadiri Gubernur Hidayat Arsani, jajaran Forkopimda, serta pimpinan instansi terkait. Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, relawan, hingga unsur pemerintah daerah turut terlibat. Kendaraan taktis dan peralatan pendukung penanggulangan bencana juga digelar sebagai bukti kesiapan menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Dalam amanatnya, Irjen Pol Viktor menegaskan bahwa apel tersebut menjadi momentum pengecekan menyeluruh, baik kesiapan personel maupun sarana prasarana di lapangan. Ia menyebut, sinergi semua unsur adalah pondasi utama agar respons penanganan bencana dapat dilakukan sigap, cepat, dan tepat demi keselamatan masyarakat.

Menurutnya, kecepatan setiap langkah di fase awal penanganan sangat menentukan besar kecilnya dampak yang ditimbulkan. Karena itu, optimalisasi koordinasi dan komunikasi lintas lembaga harus menjadi perhatian serius. Kebersamaan dalam mitigasi dan evakuasi dinilai menjadi kunci untuk menurunkan tingkat kerentanan masyarakat terhadap ancaman bencana.

Kapolda juga menyampaikan bahwa aparat kepolisian di seluruh wilayah, termasuk tingkat Polsek, telah diarahkan berkoordinasi aktif dengan posko tanggap darurat. Setiap personel, katanya, telah memiliki tugas operasional yang jelas agar penanganan di lapangan berjalan sinkron tanpa hambatan, mulai dari evakuasi warga, penyaluran bantuan, hingga pemulihan pascabencana.

Sementara itu, Gubernur Babel Hidayat Arsani menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah ataupun aparat, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat. Ia meminta para kepala daerah di kabupaten dan kota untuk memiliki rencana kontinjensi yang matang dan data akurat mengenai titik rawan bencana di daerah masing-masing.

Ia juga menyoroti pentingnya penanganan pascabencana yang tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga pemulihan psikologis, khususnya bagi anak-anak. Ia menegaskan perlunya pengadaan guru darurat agar kegiatan pendidikan tetap berjalan dan trauma warga dapat ditekan sedini mungkin.

Apel ini menegaskan komitmen bersama antara aparat keamanan, pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, dan masyarakat dalam menciptakan kesiapsiagaan menyeluruh. Upaya ini menjadi wujud keseriusan dalam menjaga keselamatan dan ketenangan masyarakat Babel dari ancaman bencana yang sulit diprediksi.

(Nyimas Yeni Lestari)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini