
Medan | GeberNews.com – Semangat kebersamaan pascabanjir terlihat jelas di kawasan Jalan Cengkeh 6, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan. Sepekan setelah banjir melanda dan menyisakan tumpukan sampah akibat terjangan air, gerak cepat pembersihan langsung dilakukan secara gotong royong. Armada kebersihan dikerahkan untuk mengangkut sampah, sementara aparat pemerintah, relawan sekolah, kepala lingkungan, dan warga setempat bahu-membahu membersihkan lingkungan yang terdampak.
Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Camat Medan Tuntungan, Berani Perangin-angin, SH, MH, bersama Lurah Kelurahan Mangga, Fery Arapenta Tarigan, Kepala Lingkungan 12 Cengkeh, Diki, serta sejumlah kepala lingkungan lainnya. Kehadiran aparatur pemerintah di lokasi tidak hanya memastikan proses pembersihan berjalan optimal, tetapi juga memberikan dorongan moril kepada warga untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan pascabanjir.

Tak hanya fokus pada pemulihan lingkungan, pelayanan kesehatan kepada warga terdampak juga digelar oleh tim Puskesmas setempat. Kepala Puskesmas bersama tenaga medis dan dokter turun langsung melakukan pemeriksaan kesehatan, khususnya kepada lansia dan anak-anak yang rentan terserang penyakit pascagenangan air, seperti penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan, serta gangguan pencernaan. Seluruh layanan diberikan secara gratis demi memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau dan tertangani.

Posko kesehatan dibuka di kediaman Wakil Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) LSM Gerakan Bersama Rakyat (GEBER) Sumatera Utara, Dra. Yeti Defrina, yang berada tidak jauh dari lokasi banjir. Sejak pagi hingga siang hari, warga silih berganti datang memeriksakan kondisi kesehatan, mendapatkan obat-obatan, serta berkonsultasi langsung dengan tenaga medis.
Kepada wartawan, Dra. Yeti Defrina mengapresiasi respons cepat jajaran Pemerintah Kecamatan Medan Tuntungan dan Pemerintah Kelurahan Mangga sejak malam banjir terjadi pada Kamis, 27 November 2026. Menurutnya, kehadiran aparat pemerintah dan tenaga kesehatan secara langsung di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap warga yang tertimpa musibah.
Ia yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LSM GEBER Kabupaten Deli Serdang menambahkan, sinergi lintas sektor—antara pemerintah, relawan, dan masyarakat—harus terus dijaga, bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi juga dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan banjir di masa mendatang.
Perhatian terhadap warga semakin terasa dengan kehadiran Wali Kota Medan, Riko Waas, yang turun langsung meninjau lokasi terdampak pada sore hari. Dalam kunjungannya, Wali Kota menyapa warga, memantau proses pengangkutan sampah, mengecek layanan posko kesehatan, serta berdialog dengan aparatur setempat untuk membahas langkah lanjutan penanganan pascabanjir.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Medan turut menyalurkan bantuan beras 5 kilogram per kepala keluarga, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga terdampak. BPBD Kota Medan juga menyerahkan bantuan selimut untuk membantu warga yang kondisi tempat tinggalnya belum sepenuhnya pulih.
Wali Kota Medan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan untuk terus meningkatkan penanganan kebersihan lingkungan, melakukan normalisasi drainase, serta memperkuat kesiapsiagaan aparatur menghadapi potensi bencana. Ia juga mengajak seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan serta aktif melaporkan saluran air yang tersumbat.
Dengan kolaborasi solid berbagai pihak, kondisi lingkungan di Jalan Cengkeh 6, Kelurahan Mangga, perlahan mulai kembali bersih dan tertata. Meski dampak banjir masih dirasakan warga, semangat gotong royong dan respons cepat menjadi harapan besar bagi pemulihan menyeluruh dan terciptanya lingkungan yang lebih sehat serta aman.
(Dodi Rikardo Sembiring)








