Giat Sosial di Kelurahan Cinta Damai, Yayasan Sosial Marga Tionghoa Indonesia Hadir Ulurkan Kepedulian

0
46

Medan | GeberNews.com – Giat sosial kemanusiaan kembali digelar di Gang Sempurna, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Rabu, 3 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara warga setempat dengan Yayasan Sosial Marga Tionghoa Indonesia (YSMTI) bersama Hendrik Yokushin, Binsar Situmorang, S.Sos., serta Koordinator Lapangan (Korlap) Indah Lingga sebagai ujung tombak pelaksanaan di lapangan.

Kegiatan sosial tersebut difokuskan pada penyaluran bantuan kepada masyarakat kurang mampu, khususnya para lansia, janda, serta keluarga yang terdampak tekanan ekonomi. Suasana penuh keakraban tampak sejak pagi, saat warga mulai memadati lokasi pembagian bantuan. Para relawan terlihat sigap melayani warga satu per satu, memastikan proses berjalan tertib dan tepat sasaran.

Koordinator Lapangan, Indah Lingga, saat diwawancarai di sela kegiatan menyampaikan bahwa giat ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial yang secara konsisten dilakukan untuk membantu masyarakat di berbagai daerah, khususnya wilayah yang membutuhkan sentuhan langsung.

“Giat hari ini adalah wujud kepedulian Yayasan Sosial Marga Tionghoa Indonesia bersama para mitra kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kami turun langsung agar bantuan tidak salah sasaran dan warga yang menerima benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Indah Lingga.

Menurut Indah, proses pendataan sebelumnya dilakukan bersama perangkat lingkungan setempat untuk memastikan nama-nama penerima bantuan merupakan warga yang layak mendapatkan perhatian lebih. Dengan cara itu, diharapkan kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan benar-benar memberi dampak sosial.

“Kami bekerja sama dengan kepala lingkungan dan tokoh masyarakat setempat. Data kami cek langsung di lapangan agar apa yang kami salurkan tepat sasaran. Bukan soal besar kecilnya bantuan, tapi bagaimana bantuan ini bisa meringankan beban hidup mereka,” jelasnya.

Indah juga menuturkan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan agenda yang sudah lama digagas, tidak hanya di Medan Helvetia, namun juga di beberapa wilayah lain. Pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kegiatan sosial agar semakin banyak masyarakat yang bisa terbantu.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, kami akan terus melakukan giat serupa di wilayah lain. Kepedulian adalah modal utama untuk membangun kebersamaan dan memperkuat solidaritas antar sesama,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Sosial Marga Tionghoa Indonesia melalui Hendrik Yokushin menegaskan bahwa yayasan memiliki komitmen kuat dalam bidang sosial, kemanusiaan, dan kemasyarakatan. Kerja sama dengan para relawan lokal dinilai sangat penting untuk memastikan program-program sosial bisa berjalan maksimal.

“Relawan di lapangan seperti Korlap Indah Lingga memiliki peran besar. Mereka yang memahami kondisi masyarakat sebenarnya sehingga kegiatan seperti ini berjalan efektif,” ungkap Hendrik singkat.

Binsar Situmorang, S.Sos., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan apresiasi atas semangat para relawan serta sambutan positif masyarakat. Ia menilai kegiatan sosial adalah jembatan untuk mempererat hubungan lintas komunitas dan memperkuat rasa persatuan.

“Melalui kegiatan sosial, kita belajar bahwa kepedulian tidak mengenal batas suku, agama, ataupun latar belakang. Semua bersatu demi satu tujuan, membantu sesama,” ujarnya.

Warga penerima bantuan pun menyambut kegiatan ini dengan penuh rasa syukur. Sejumlah lansia dan ibu rumah tangga tampak haru saat menerima paket bantuan yang diserahkan langsung oleh para relawan. Mereka mengaku bantuan tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sangat terbantu, apalagi kondisi ekonomi sekarang serba sulit. Terima kasih kepada semua pihak yang peduli kepada kami,” kata salah seorang warga.

Giat sosial di Gang Sempurna, Kelurahan Cinta Damai ini pun menjadi bukti bahwa nilai gotong royong di tengah masyarakat masih terjaga. Dengan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari yayasan, relawan, tokoh masyarakat hingga warga setempat, kepedulian sosial terus hidup sebagai penguat rasa kemanusiaan dan harapan di tengah kesulitan.

(Rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini