Banjir Bandang Sumut–Aceh Meluluhlantakkan Kehidupan, LSM DPP TKN Kompas Nusantara Turun Langsung Saat Banyak Pihak Masih Diam

0
75

GeberNews.com — Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara hingga Provinsi Aceh pada Desember 2025 lalu menjadi luka kemanusiaan yang belum sembuh hingga hari ini. Musibah tersebut tidak hanya menerjang Kota Medan, tetapi juga Kabupaten Binjai, Langkat, Serdang Bedagai, Pematangsiantar, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, hingga Aceh Tamiang. Luapan air yang datang secara brutal meluluhlantakkan permukiman warga, menghanyutkan harta benda, serta merenggut nyawa manusia yang hingga kini belum seluruhnya ditemukan.

Sebagian korban dilaporkan terseret arus deras, tertimbun longsor, lumpur, dan tanah. Kepedihan yang dialami masyarakat di wilayah terdampak menjadi potret nyata betapa rapuhnya kehidupan ketika bencana datang tanpa peringatan. Hingga saat ini, keberadaan sejumlah korban masih menjadi tanda tanya besar, dan hanya Tuhan Yang Maha Esa yang mengetahui nasib mereka. Di tengah situasi duka dan keputusasaan tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat Dewan Pimpinan Pusat (LSM DPP) TKN Kompas Nusantara menunjukkan bahwa kepedulian kemanusiaan tidak boleh berhenti pada wacana dan seremoni.

Dengan dukungan penuh para anggota, LSM DPP TKN Kompas Nusantara memastikan kegiatan sosial dan kemanusiaan tetap berjalan sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.
Salah satu sosok yang turun langsung ke lapangan adalah Drs. Reynold Pasaribu, M.Ap, selaku pemerhati sekaligus anggota LSM DPP TKN Kompas Nusantara pada bidang Investigasi.

Bersama Ketua Umum TKN Kompas Nusantara dan jajaran anggota lainnya, Reynold meninjau langsung lokasi bencana, menyapa para korban, sekaligus menyalurkan bantuan sosial yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat terdampak.

Bagi LSM DPP TKN Kompas Nusantara, nilai kemanusiaan tidak diukur dari besar kecilnya bantuan yang diberikan, melainkan dari kehadiran nyata, empati, serta kepedulian yang lahir dari hati nurani. Prinsip inilah yang menjadi landasan utama setiap langkah dan aksi kemanusiaan yang dilakukan organisasi tersebut.

Pada 25 Januari 2026, LSM DPP TKN Kompas Nusantara kembali turun ke lapangan untuk keempat kalinya, dengan menyasar wilayah Aceh Tamiang hingga Kualasimpang. Dalam aksi kemanusiaan ini, TKN Kompas Nusantara bekerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah setempat, serta aparat keamanan guna memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan bermanfaat langsung bagi warga.
Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, perlengkapan ibadah, serta sarana dan bahan keagamaan lainnya.

Bantuan tersebut didistribusikan ke enam titik masjid yang berada di wilayah terdampak banjir. Selain itu, tim juga melakukan dialog langsung dengan masyarakat guna menggali kondisi riil pascabencana yang hingga kini masih mereka rasakan.
Di lapangan, Reynold Pasaribu bersama rombongan LSM DPP TKN Kompas Nusantara menyaksikan secara langsung kondisi warga yang masih bertahan hidup di tenda-tenda darurat.

Tempat tersebut menjadi hunian sementara sambil menunggu perhatian dan bantuan lanjutan, baik dari pemerintah, masyarakat luas, maupun para pengusaha yang diharapkan memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap penderitaan sesama manusia.
“Harta dan kekayaan hanyalah titipan sementara dari Tuhan. Dalam hidup, yang paling utama adalah saling mengasihi dan berbuat kebaikan,” menjadi pesan moral sekaligus motto yang terus digaungkan LSM DPP TKN Kompas Nusantara dalam setiap aksi kemanusiaannya.

(Kardo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini