Bibit Kambing Jadi Bancakan, Keluarga Kades dan Perangkat Diduga Kuasai Bantuan Warga

0
277

Percut Sei Tuan | GNews.com – Program pengadaan bibit kambing di Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, yang digelontorkan pada Maret 2024, kini menuai sorotan tajam. Bantuan yang semestinya diberikan kepada masyarakat kurang mampu diduga kuat dimonopoli oleh lingkaran dalam kepala desa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Eko—anak Kepala Desa Adi Kustiono—disebut menerima 10 ekor kambing dari bantuan tersebut. Tak hanya itu, dua perangkat desa lainnya, yakni Yudi selaku Kaur Pembangunan dan Sariadi, Kepala Dusun 7, juga diduga menerima jumlah serupa.

“Eko, anak Kepala Desa Cinta Rakyat Adi Kustiono, diduga menerima 10 ekor kambing dari program bantuan yang menuai sorotan publik. Kasus ini memicu desakan warga untuk dilakukan audit dan pengusutan tuntas.”

Warga menilai pola pembagian bantuan itu sarat kepentingan dan mencederai rasa keadilan. “Ini bukan sekadar kelalaian. Ini skenario yang rapi untuk mengamankan jatah orang dalam. Kalau anak kades dan aparat kebagian, terus rakyat kecil dapat apa?” ujar Junaedi Daulay, tokoh pemuda yang aktif menyuarakan keresahan warga.

Junaedi menyebut, praktik seperti ini adalah bentuk korupsi terselubung yang kerap dibiarkan tumbuh di desa. Ia menegaskan akan segera membawa dugaan penyelewengan ini ke ranah hukum. “Hari ini kambing, besok bisa program lain yang disunat. Kalau penegak hukum hanya diam, kepercayaan rakyat akan habis,” tambahnya.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Adi Kustiono tidak membuahkan hasil. Ia memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media. Sikap ini dinilai warga sebagai indikasi kuat bahwa ada yang disembunyikan.

Gelombang protes pun kian meluas. Warga menuntut kejaksaan dan kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini, mengaudit jalannya program, dan menindak siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kewenangan.

“Bantuan itu hak kami, bukan warisan keluarga penguasa desa,” tegas salah satu warga.

Masyarakat berharap kasus ini menjadi momentum perbaikan total dalam sistem distribusi bantuan agar tidak lagi jadi ladang empuk bagi pejabat tak bertanggung jawab.

Tim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini