Dampak WFH, Arus Kendaraan di Medan Turun 20 Persen

0
9

GeberNews.com | Medan — Penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat mulai berdampak pada kondisi lalu lintas di Medan.

Sejumlah ruas jalan utama yang biasanya padat kini terpantau lebih lengang.
Pantauan di lapangan pada Jumat (10/4/2026) menunjukkan arus kendaraan di beberapa titik strategis seperti Jalan Kapten Maulana Lubis, Jalan Raden Saleh, Jalan Putri Hijau, hingga persimpangan Jalan Adam Malik, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Diponegoro mengalami penurunan kepadatan dibandingkan hari kerja biasa.

Kanit Turjawali Satlantas Polrestabes Medan, IPTU Timor Tarigan, menyebutkan bahwa terjadi penurunan volume kendaraan sekitar 20 persen pada hari pelaksanaan WFH tersebut.

“Pantauan kami arus lalu lintas di wilayah hukum Polrestabes Medan cukup lancar dibandingkan hari Senin sampai Kamis. Pada hari Jumat ini mobilitas lebih ringan dan tidak ada kendala berarti. Sekitar 20 persen terjadi pengurangan arus kendaraan,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan tersebut sangat mungkin dipengaruhi oleh kebijakan WFH yang diterapkan bagi ASN di wilayah Sumatera Utara.

“Kemungkinan besar penerapan WFH ini berpengaruh terhadap jumlah kendaraan yang beraktivitas di jalan,” tambahnya.

Kebijakan WFH setiap Jumat merupakan bagian dari langkah pemerintah pusat dalam upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM), terutama di tengah dinamika global yang berdampak pada sektor energi.

Selain aspek efisiensi energi, kebijakan ini juga dinilai memberikan dampak positif terhadap kelancaran mobilitas masyarakat di perkotaan.

Arus lalu lintas yang lebih lancar diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta mengurangi tingkat kemacetan di kota besar seperti Medan.

Meski demikian, pengamat menilai kebijakan ini perlu dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya, sekaligus mengantisipasi potensi dampak lain, seperti penurunan aktivitas ekonomi di sektor tertentu.

Dengan tren penurunan volume kendaraan ini, WFH berpotensi menjadi salah satu alternatif solusi dalam mengurai kepadatan lalu lintas secara berkelanjutan, apabila diterapkan secara konsisten dan terukur.

(Dodi Rikardo Sembiring)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini