Hima KRS Tegaskan Rekaman Telepon Viral Bukan Kasat Reskrim Polres Tapsel: Hentikan Pembunuhan Karakter!

0
14

MEDAN | GeberNews.com — Himpunan Mahasiswa Kawal Rakyat Sumatera Utara (Hima KRS) angkat bicara terkait beredarnya rekaman suara percakapan telepon di media sosial yang mencatut nama Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tapanuli Selatan (Tapsel).

Narasi yang beredar menuding pihak kepolisian terlibat dalam pengamanan aktivitas perambahan hutan di wilayah Tapanuli Selatan.

Ketua Umum Hima KRS, Muhammad Kurniawan, menegaskan bahwa setelah melakukan penelusuran dan konfirmasi terhadap fakta di lapangan, pihaknya menyatakan audio yang viral tersebut bukan suara Kasat Reskrim Polres Tapsel.

Hima KRS menilai terdapat upaya dari pihak-pihak tertentu untuk melakukan pembunuhan karakter (character assassination) terhadap pejabat publik yang disebut tengah gencar memberantas berbagai tindak kriminalitas.

“Kami dari Hima KRS telah mengkaji isu ini secara objektif. Kami tegaskan bahwa rekaman telepon yang beredar luas di media sosial tersebut sama sekali bukan suara Kasat Reskrim Polres Tapsel, IPTU Bontor Desmonth Sitorus, S.H., M.H. Tuduhan bahwa beliau mengamankan atau membicarakan koordinasi perambahan hutan adalah hoaks dan fitnah yang tidak berdasar,” ujar Muhammad Kurniawan dalam keterangan tertulisnya di Medan, Minggu (6/9/2026).

Kurniawan menambahkan, penyebaran rekaman yang disebut belum terverifikasi secara digital forensik itu diduga sengaja diembuskan oleh oknum atau pihak tertentu yang merasa terganggu dengan ketegasan Polres Tapsel dalam menindak pembalakan liar dan penambangan emas tanpa izin (PETI).

Sebagai wadah mahasiswa yang fokus mengawal keadilan, Hima KRS mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh potongan audio yang belum jelas sumber maupun keasliannya.

“Jangan sampai opini publik digiring oleh informasi liar. Kami mendukung penuh institusi Polri, khususnya Polres Tapsel, untuk tetap fokus bekerja menegakkan hukum tanpa harus terganggu oleh serangan hoaks di media sosial. Kami juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas aktor intelektual di balik penyebaran rekaman fitnah ini,” tutup Kurniawan.

(Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini