Koko Akuang Menghadiri Peringatan HUT ke-81 RI yang Digelar TKN Kompas Nusantara

0
59

MEDAN | GeberNews.com – Ketua Komunitas Indonesia Semua Suku, Koko Akuang menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara di depan Kantor Sekretariat DPP TKN Kompas Nusantara, Jalan Prof. H.M. Yamin, SH No. 202 Medan, Senin (17/8/2026).

Kehadiran Koko Akuang bersama jajaran pengurus dalam kegiatan tersebut turut menambah semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang diikuti sejumlah unsur organisasi dan tokoh masyarakat.

Koko Akuang mengatakan, peringatan HUT Kemerdekaan RI hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat tanggung jawab generasi penerus dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan.

“Bagi kami, kemerdekaan adalah anugerah sekaligus tanggung jawab. Kita sebagai generasi penerus tidak boleh hanya menikmati hasil perjuangan para pahlawan, tetapi juga harus ikut menjaga, merawat dan mengisi kemerdekaan ini dengan kegiatan-kegiatan yang positif serta bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Koko Akuang.

Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa dan latar belakang sosial harus dirawat sebagai modal untuk memperkokoh persatuan, bukan menjadi alasan untuk terpecah.

“Indonesia adalah rumah bersama. Kita semua memiliki latar belakang yang berbeda, tetapi kita mempunyai satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa, yaitu Indonesia. Semangat inilah yang harus terus kita jaga,” katanya.

Koko Akuang juga mengajak masyarakat Kota Medan dan Sumatera Utara untuk memperkuat toleransi, gotong royong dan sikap saling menghormati. Menurutnya, keberagaman yang ada di Sumatera Utara merupakan potensi besar apabila dikelola dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan.

“Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah. Justru perbedaan itu harus menjadi kekuatan. Kita boleh berbeda suku, agama, budaya maupun pilihan, tetapi ketika berbicara tentang Indonesia, kita harus berdiri bersama sebagai anak bangsa,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi DPP TKN Kompas Nusantara yang telah menggelar kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang merayakan HUT RI, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarelemen masyarakat.

“Yang paling penting dari kegiatan seperti ini adalah silaturahmi. Ketika kita berkumpul, berbicara dan saling mengenal, maka akan semakin tumbuh rasa persaudaraan. Dari sinilah persatuan dapat kita bangun,” ujarnya.

Koko Akuang berharap semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga keamanan dan ketertiban, membantu sesama, menghormati perbedaan serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah persatuan.

“Di era sekarang, tantangan kita bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah. Tantangan kita adalah bagaimana menjaga persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membangun ekonomi masyarakat dan menciptakan kehidupan yang lebih baik. Itulah bentuk perjuangan kita saat ini,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis mengatakan, peringatan HUT ke-81 RI menjadi momentum untuk memperkuat nasionalisme, patriotisme dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Adi Warman Lubis, kemerdekaan yang diperoleh bangsa Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kemerdekaan sekaligus mengisinya melalui pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka harus menjadi momentum bagi kita semua untuk melakukan introspeksi. Apa yang sudah kita berikan kepada bangsa dan negara? Jangan hanya bertanya apa yang telah negara berikan kepada kita. Sebaliknya, mari kita bertanya apa yang bisa kita berikan untuk Indonesia,” kata Adi Warman Lubis.

Ia menegaskan, semangat gotong royong harus tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia. Pembangunan, menurutnya, membutuhkan kebersamaan antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh lapisan masyarakat.

“Indonesia ini besar karena persatuannya. Kalau kita bersatu, persoalan sebesar apa pun dapat kita hadapi. Tetapi kalau kita terpecah, persoalan kecil pun bisa menjadi besar. Karena itu, mari kita kedepankan persaudaraan dan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok,” tegasnya.

Adi Warman Lubis yang juga merupakan Ketua Umum PAGAR UNRI Prabowo-Gibran untuk Republik Indonesia mengatakan, organisasi kemasyarakatan harus mampu menjadi bagian dari solusi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Ormas harus mampu menjadi jembatan antara masyarakat dengan berbagai pihak. Kita harus hadir ketika masyarakat membutuhkan, memberikan edukasi, membangun silaturahmi dan ikut menjaga kondusivitas. Jangan sampai organisasi justru menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, kita harus menjadi perekat persatuan,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk terus menjaga semangat nasionalisme dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong maupun berbagai informasi yang dapat memecah belah persatuan.

“Generasi muda harus kita dorong untuk menjadi generasi yang produktif, kreatif dan memiliki rasa cinta tanah air. Jangan mudah terpengaruh oleh provokasi, berita bohong maupun berbagai isu yang dapat merusak persatuan. Gunakan kemajuan teknologi untuk hal-hal yang positif dan membangun,” katanya.

Adi Warman Lubis turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Koko Akuang bersama jajaran pengurus. Menurutnya, kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan merupakan milik seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang latar belakang.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Koko Akuang bersama jajaran pengurus. Ini membuktikan bahwa semangat merah putih mampu menyatukan kita semua. Tidak ada sekat suku, agama maupun kelompok ketika kita bersama-sama memperingati kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan semacam itu dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga hubungan antarelemen masyarakat semakin erat dan suasana Kota Medan serta Sumatera Utara tetap aman, nyaman dan kondusif.

“Perbedaan adalah keniscayaan, tetapi persatuan adalah pilihan yang harus kita perjuangkan bersama,” pungkasnya.

Kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman, menghidupkan nilai gotong royong serta mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan karya dan kontribusi nyata bagi bangsa.

(Dodi Rikardo Sembiring)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini