Satgas Elang Biru dan PMPKKBSUSU Klaim ‘Sapu Bersih’ Galian C Sungai Ular, 350 Anak Yatim Disantuni dalam Syukuran Akbar

0
11

Deli Serdang | GeberNews.com – Penutupan total aktivitas Galian C di bantaran Sungai Ular menjadi momentum syukuran besar yang digelar Satgas Elang Biru DPP Garpu NasDem bersama Perkumpulan Masyarakat Peduli Keutuhan dan Kelestarian Bantaran Sungai Ular Sumatera Utara (PMPKKBSUSU), Kamis (25/6/2026), di Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang.

Tak sekadar menggelar pesta rakyat, kegiatan ini juga diisi dengan santunan kepada 350 anak yatim sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan perjuangan masyarakat bersama pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menghentikan aktivitas pertambangan Galian C yang selama bertahun-tahun dinilai merusak bantaran Sungai Ular.

Keberhasilan penertiban tersebut merupakan hasil kolaborasi PMPKKBSUSU, Satgas Elang Biru DPP Garpu NasDem, DPC Papera Deli Serdang, Forkopimda Deli Serdang, Denpom Lubuk Pakam, serta Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) II Medan.

Masyarakat menilai aktivitas Galian C selama ini telah menyebabkan kerusakan serius pada bantaran Sungai Ular dan berpotensi memicu bencana banjir apabila tanggul sungai jebol. Atas dasar itu, berbagai laporan dan pengaduan terus disampaikan hingga pemerintah bersama aparat akhirnya melakukan penertiban secara menyeluruh.

Dalam kesempatan tersebut, Dansatgas Elang Biru DPP Garpu NasDem yang juga Penasehat PMPKKBSUSU, Jaiman Supnur alias Okky, menegaskan bahwa perjuangan masyarakat tidak akan berhenti pada penutupan tambang semata.

“Saya menggaransi tidak ada lagi aktivitas Galian C di bantaran Sungai Ular wilayah Kecamatan Beringin, Galang, Pagar Merbau, Lubuk Pakam, dan Pantai Labu. Setelah penutupan ini, PMPKKBSUSU akan terus melakukan pengawasan agar tidak ada lagi pihak yang mencoba beroperasi,” tegas Jaiman.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Forkopimda, aparat penegak hukum, serta seluruh elemen masyarakat yang dinilai berani mengambil langkah tegas demi menyelamatkan lingkungan.

Kepala BBWSS II Medan, Feriyanto Pawenrusi, ST, MT, mengaku mengapresiasi semangat masyarakat dalam menjaga kelestarian Sungai Ular. Menurutnya, kerusakan bantaran sungai akibat aktivitas Galian C sudah menjadi perhatian serius pemerintah.

Feriyanto mengungkapkan, sedikitnya terdapat 12 titik bantaran Sungai Ular yang mengalami kerusakan dengan panjang sekitar 40 kilometer. Perbaikan infrastruktur tersebut telah masuk dalam program pemerintah untuk dilaksanakan pada 2026 hingga 2027.

Sementara itu, Bupati Deli Serdang Asriluddin Tambunan yang diwakili Kepala Dinas Sosial Yusnaldi menyampaikan apresiasi kepada PMPKKBSUSU yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan aktif berkoordinasi dengan pemerintah serta aparat penegak hukum dalam menutup aktivitas Galian C ilegal.

Menurut Yusnaldi, pascapenutupan lokasi tambang, pemerintah bersama Forkopimda dan masyarakat akan terus melakukan patroli rutin guna memastikan aktivitas pertambangan ilegal tidak kembali muncul.

Suasana syukuran semakin meriah dengan penampilan seni Reog Ponorogo dan wayang orang yang menyambut para tamu undangan. Kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan kepada 350 anak yatim yang bertepatan dengan 10 Muharram 1448 Hijriah serta makan bersama masyarakat sebagai simbol persatuan dalam menjaga kelestarian Sungai Ular.

(Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini