Setelah Disorot GeberNews.com, Kepling Rico Turun Tangan! Parit Dibersihkan, Warga Diminta Jangan Hanya Bisa Mengeluh

0
356

Medan | GeberNews.com — Sorotan tajam media akhirnya berbuah aksi nyata. Kepala Lingkungan (Kepling) XX, Gang Bunda 1, Jalan Bromo, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, yang sempat menjadi sorotan akibat lamban menangani banjir akibat parit tersumbat, kini turun langsung ke lapangan.

Pemberitaan GeberNews.com pada Selasa, 8 Juli 2025, yang mengangkat keluhan warga atas air yang terus masuk ke rumah setiap hujan turun, rupanya menggugah perhatian publik. Dodi Rikardo Sembiring, wartawan GeberNews yang mengawal langsung laporan tersebut, bahkan menyatakan pihaknya tengah mempertimbangkan membawa masalah ini ke Kantor Wali Kota Medan, jika tidak segera ada tindakan dari pihak terkait.

“Ini bukan soal hujan atau musim. Ini soal kepedulian. Kalau lingkungan dibiarkan kumuh dan parit dibiarkan mampet, maka banjir hanya tinggal menunggu waktu,” tegas Dodi.

Respons Cepat: Dari Sorotan Jadi Tindakan

Tak ingin tinggal diam, pada Rabu, 9 Juli 2025, Kepling berinisial Rico menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik. Dengan menggandeng petugas dari Kantor Kelurahan Binjai, ia langsung memimpin aksi bersih-bersih lingkungan: memangkas rumput liar, mengeruk lumpur, dan membersihkan parit yang sebelumnya tersumbat.

“Saya berterima kasih kepada GeberNews.com. Pemberitaan itu saya anggap sebagai masukan yang membangun,” ujar Rico di lokasi pembersihan.

Langkah Rico ini juga tak lepas dari dorongan semangat yang disampaikan Feri Candra, Wakil Sekretaris Bidang Pengembangan DPP TKN Kompas Nusantara. Feri sebelumnya juga menekankan pentingnya gerakan gotong royong untuk mengatasi masalah lingkungan.

“Semangat sosial dari Bang Feri Candra memberi motivasi tambahan bagi saya dan warga. Kami sepakat, gotong royong itu bukan pilihan, tapi kewajiban,” ujar Rico.

Warga Jangan Diam: Aksi Kolektif Dibutuhkan

Meski Kepling telah bergerak, GeberNews.com menilai bahwa akar masalah belum sepenuhnya selesai. Partisipasi warga masih minim. Ajakan gotong royong yang sempat direncanakan pada Minggu sebelumnya, menurut informasi, kurang mendapat respons dari masyarakat.

“Kepling bukan superhero. Masalah lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kalau hanya bisa mengeluh saat rumah kebanjiran, tapi tidak mau turun ke lapangan, itu artinya kita hanya jadi bagian dari masalah,” ujar Dodi Rikardo Sembiring tegas.

Feri Candra dalam pernyataannya juga menyampaikan bahwa banjir tidak boleh dianggap sebagai nasib. “Kalau air sudah masuk rumah baru sibuk ribut, itu bukan peduli, tapi reaktif. Parit itu urusan kita semua,” tegasnya.

Media Bicara, Aparatur Bergerak, Warga Harus Terlibat

Apa yang terjadi di Gang Bunda 1 adalah contoh nyata bagaimana sinergi antara media, aparatur, dan tokoh masyarakat bisa membuahkan perubahan. Saat media bersuara, pejabat turun tangan. Tapi langkah ini belum cukup jika tidak diikuti oleh partisipasi warga.

GeberNews.com menilai, ini adalah momentum untuk revolusi mental. Bahwa kritik bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk membangun. Dan bahwa aparatur yang merespons dengan cepat layak diapresiasi.

“Jangan tunggu ada berita viral dulu baru bertindak. Jadikan kritik sebagai vitamin, bukan ancaman,” ungkap Dodi.

GeberNews.com akan terus mengawal setiap isu masyarakat. Bagi kami, jurnalisme bukan sekadar catatan, tapi penggerak perubahan.

“GeberNews akan terus mengungkap semua yang ada. Karena kota ini butuh media yang tajam, warga yang peduli, dan pejabat yang berani berubah,” pungkas Dodi Rikardo Sembiring.

(Tim GeberNews)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini