Seminar Fakultas Syariah UIN SUNA Hadirkan Sekretaris Badan Wakaf Indonesia

0
43

Lhokseumawe | GeberNews.com – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe menggelar Seminar Nasional bertema “BWI dan Potensi Wakaf di Indonesia”, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama akademik dalam penguatan kajian wakaf dan ekonomi syariah.

Seminar yang dilaksanakan secara hybrid itu merupakan hasil kolaborasi Fakultas Syariah UIN SUNA Lhokseumawe bersama Fakultas Agama Islam UNIVA Medan, Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, serta Dewan Fatwa Al Washliyah.

Kegiatan tersebut menghadirkan H. Anas Nasikhin, M.Si. sebagai narasumber utama. Ia saat ini menjabat sebagai Sekretaris Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) periode 2024–sekarang, sekaligus Komisaris RS Mata Ahmad Wardi sejak tahun 2024.

Selain aktif di Badan Wakaf Indonesia, H. Anas Nasikhin juga memiliki pengalaman panjang di berbagai lembaga strategis nasional. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Anggota Badan Wakaf Indonesia tahun 2024, Staf Ahli Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tahun 2023, hingga Tenaga Ahli DPR RI pada periode 2006–2019.

Dalam bidang akademik, ia menempuh pendidikan doktoral pada Program Studi Sejarah Peradaban Islam Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta. Sebelumnya, ia menyelesaikan pendidikan sarjana agama di Universitas Nurul Jadid Probolinggo, Jawa Timur, serta meraih gelar Magister Sains dari Universitas Nasional Jakarta.

Seminar nasional tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber lainnya, yakni Dr. Muhammad Tohir Ritonga, Lc., M.A., Dekan Fakultas Agama Islam UNIVA Medan, serta dua akademisi Fakultas Syariah UIN SUNA Lhokseumawe yaitu Dr. Kafrawi, M.A. dan Ramadhan, Lc., M.A.

Dekan Fakultas Syariah UIN SUNA Lhokseumawe, Dr. Ja’far, M.A., menyampaikan bahwa seminar tersebut dirancang sebagai wadah untuk memperkuat wawasan mahasiswa dan dosen mengenai pengelolaan wakaf produktif di Indonesia.

Menurutnya, kehadiran Sekretaris BWI Pusat memberikan kesempatan bagi sivitas akademika untuk memperoleh pemahaman langsung terkait strategi pengembangan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat dan pendidikan Islam.

Sementara itu, dalam pemaparannya, H. Anas Nasikhin menegaskan bahwa potensi wakaf di Indonesia sangat besar apabila dikelola secara profesional, transparan, serta menyesuaikan kebutuhan masyarakat modern.

Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga keagamaan, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun ekosistem wakaf produktif yang mampu mendukung pengembangan pendidikan, sosial, dan ekonomi umat secara berkelanjutan.

Kegiatan seminar berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, praktisi hukum Islam, hingga pengurus organisasi keislaman.

Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Syariah UIN SUNA Lhokseumawe berharap kerja sama kelembagaan yang telah terjalin dapat terus berkembang melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan literasi wakaf dan ekonomi syariah, baik di Aceh maupun tingkat nasional.

Usai seminar nasional tersebut, Fakultas Syariah juga dijadwalkan kembali menggelar seminar internasional pada 3 Juni 2026 dengan tema “Revitalizing Islamic Endowment for Sustainable Development: Comparative Perspectives on Waqf Development in Malaysia and Indonesia.”

Kegiatan itu akan menjadi bentuk kerja sama antara Fakultas Syariah UIN SUNA Lhokseumawe, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara Medan, Fakultas Syariah IAIN Langsa, serta Dewan Fatwa Al Washliyah dengan menghadirkan narasumber dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan sejumlah pakar nasional.

(Abd. Halim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini