Gebernews.com | MEDAN – 25/8/26

Kepala Sekolah SMP PGRI 4 Medan, Riang Sihite, mendapat kesempatan istimewa untuk memberikan sambutan dalam acara wisuda program S1 Institut Teknologi Bandung atau ITB.
Riang Sihite hadir sebagai perwakilan orang tua Tangi Samuel f. Marpaung mahasiswa dari jurusan Pertambangan dan Kelautan. Di hadapan para wisudawan, keluarga, pimpinan kampus dan sivitas akademika, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas terselenggaranya momen penting tersebut.
Dalam sambutannya, Riang menyampaikan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, Rektor ITB serta seluruh dosen yang telah memberikan ilmu dan membimbing para mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi.
Namun, di balik momen wisuda tersebut tersimpan kisah perjuangan pribadi yang membuat pencapaian sang anak terasa semakin istimewa.
Kepada awak media, Riang Sihite mengungkapkan rasa haru dan bangganya karena sang anak ( Tangi Samuel F. Marpaung ) berhasil menyelesaikan pendidikan dengan predikat cumlaude.
Ia mengaku kebahagiaan tersebut terasa semakin besar karena selama ini dirinya berjuang membesarkan dan mendampingi anak-anaknya seorang diri.
Perlu di ketahui bahwa ibu kandung daripada Wisudawan Tangi Samuel f. Marpaung tinggal seorang diri yg mengasuh dan membiayai kebutuhan anaknya Samuel bersama adiknya untuk selamanya oleh karena mereja sudah ditinggal ayah nya yg sudah terlebih dulu meninggal dunia.
Dengan penuh haru, Riang menceritakan bahwa keberhasilan sang anak meraih hasil akademik terbaik menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya sebagai orang tua.
Rasa bangga tersebut bukan hanya karena sang anak berhasil meraih gelar sarjana, tetapi juga karena perjalanan panjang yang telah mereka lalui bersama hingga akhirnya tiba di panggung wisuda.
Bagi Riang, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan orang tua dalam memberikan pendidikan terbaik kepada anak dapat berbuah manis.
Momen ketika sang anak dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude menjadi salah satu kebahagiaan terbesar dalam perjalanan keluarganya.
Kesempatan Riang Sihite menyampaikan sambutan dalam wisuda ITB pun menjadi semakin bermakna. Ia tidak hanya hadir sebagai orang tua, tetapi juga membawa cerita perjuangan seorang ibu yang membesarkan dan mengantarkan anaknya hingga berhasil menuntaskan pendidikan di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa di balik keberhasilan seorang mahasiswa di atas panggung wisuda, sering kali terdapat perjuangan panjang orang tua yang tidak selalu terlihat.
Bagi Riang Sihite, toga dan predikat cumlaude yang diraih sang anak bukan sekadar simbol keberhasilan akademik. Di baliknya terdapat doa, pengorbanan, kerja keras dan perjuangan keluarga yang akhirnya terbayarkan melalui sebuah pencapaian membanggakan.
Semoga dihari kelak anak ini menjadi contoh yg baik pada adik adik nya yg sedang menjalani proses penyelesaian studynya di Kampus ITB yg kita bagakan. Jaya ITB Bogor.
Penulis ( RP )






