MEDAN | GeberNews.com — Developer PT PAS JAVA PROPERTI, Alan, menunjukkan ketertarikannya terhadap sistem Odoo untuk mendukung pengelolaan bisnis kos-kosan dan properti yang dijalankannya.


Alan menghadiri acara terkait sistem Odoo yang berlangsung di Hotel Arya Duta, Medan, Selasa (15/9/2026). Ia hadir atas ajakan saudaranya, Tea.
Dalam kegiatan tersebut,
Alan melihat Odoo sebagai sistem yang dapat memberikan kemudahan, terutama dalam mengelola pembayaran kos-kosan yang dibangunnya.
“Sistem Odoo ini semakin mempermudah saya untuk mengelola pembayaran kos-kosan yang saya bangun,” ujar Alan.
Ketertarikan tersebut membuat Alan berencana menggunakan fitur lengkap Odoo untuk mendukung pengelolaan bisnisnya.
Namun, kegiatan yang diikutinya sempat dihentikan sementara untuk istirahat makan siang sekitar pukul 13.00 WIB. Acara dijadwalkan kembali dilanjutkan setelah satu hingga dua jam.
Berharap Odoo Buka Kantor di Medan
Tidak hanya tertarik menggunakan sistem Odoo, Alan juga berharap perusahaan tersebut dapat membuka kantor perwakilan di Kota Medan.
Menurutnya, keberadaan kantor Odoo di Medan akan memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha di Sumatera Utara, khususnya dalam hal komunikasi dan mendapatkan layanan.
“Harapan saya, Odoo bisa membuka kantor di Medan. Selama ini hanya ada di Jakarta, jadi akan jauh lebih mudah jika ada perwakilan di sini,” katanya.
Saat ini, kantor pusat Odoo berada di kawasan Tangerang Selatan. Kondisi tersebut dinilai membuat komunikasi bagi pelaku usaha di Sumatera Utara menjadi kurang praktis.
Kelola Kos dan Bisnis Properti
PT PAS JAVA PROPERTI sendiri tidak hanya bergerak dalam bisnis kos-kosan. Perusahaan tersebut juga menjalankan bisnis properti berskala kecil yang tersebar di kawasan sekitar Wilmar.
Dengan penerapan sistem Odoo, Alan berharap pengelolaan aset maupun berbagai transaksi bisnis dapat dilakukan dalam satu sistem yang lebih mudah dan terintegrasi.
Bagi Alan, pemanfaatan teknologi seperti Odoo menjadi salah satu pilihan untuk mempermudah pengelolaan bisnis, terutama ketika aset dan transaksi yang dikelola semakin beragam.
(Dodi Rikardo Sembiring)






