

Narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara. Penyalahgunaan narkoba telah menjadi masalah besar yang berdampak luas terhadap fisik, mental, dan sosial masyarakat. Dalam menghadapi ancaman ini, Polri secara konsisten melakukan upaya pencegahan dan penindakan melalui berbagai strategi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Menyikapi keberhasilan Polri dalam mengungkap kasus peredaran narkoba sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Koordinator Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI), Azmi Hidzaqi, di Jakarta menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Ditnarkoba) Bareskrim Polri yang dipimpin Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso. “Kami dari elemen masyarakat salut atas kinerja cemerlang jajaran Dirnarkoba Bareskrim Polri yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mengungkap peredaran narkoba. Ini merupakan prestasi besar yang patut diapresiasi,” ujar Azmi.
Sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025, tim Bareskrim Polri berhasil mengungkap 38.943 kasus peredaran narkoba dengan total barang bukti mencapai 197,71 ton narkotika. Capaian tersebut bukanlah hal yang mudah, melainkan hasil kerja keras, komitmen, dan semangat kuat Polri untuk melindungi masa depan bangsa dari ancaman narkoba. “Polri telah membuktikan kepada publik bahwa mereka serius dalam perang melawan narkoba, dan kinerja ini patut diacungi jempol,” tambah Azmi.
Selain menindak jaringan peredaran narkoba, Bareskrim Polri juga mengusut tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari hasil kejahatan narkotika. Dalam periode yang sama, berhasil disita aset senilai Rp221,38 miliar dari 22 kasus dengan 29 tersangka. Barang bukti yang diamankan meliputi uang tunai, kendaraan mewah, alat berat, perhiasan, dan properti. “Tujuannya jelas, agar para pelaku kehilangan kekuatan finansial dan tidak lagi mampu menghidupkan jaringan narkotika,” tegasnya.
Azmi menambahkan, masyarakat mendukung penuh langkah Polri dalam memberantas narkoba karena perang terhadap narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga tanggung jawab moral seluruh warga bangsa. “Di bawah kepemimpinan Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, Dirnarkoba Bareskrim Polri terus menunjukkan komitmen kuat dan tren positif dalam memberantas segala bentuk kejahatan narkotika. Kami yakin keberhasilan ini akan menumbuhkan kembali kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian yang berintegritas, tegas, transparan, dan mampu menjaga keamanan masyarakat,” ujarnya.
Keberhasilan Dirnarkoba Polri dalam mengungkap 38.934 kasus peredaran gelap narkoba dengan barang bukti hampir mencapai 200 ton dan lebih dari 51 ribu pelaku yang ditangkap di seluruh Indonesia, menjadi prestasi besar dalam sejarah pemberantasan narkoba. “Capaian ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, di mana pemberantasan narkoba menjadi salah satu prioritas utama. Polri telah menunjukkan bukti nyata bahwa mereka menjalankan program Asta Cita secara konsisten demi menyelamatkan generasi bangsa,” tutup Azmi.
Azmi Hidzaqi
Koordinator LAKSI
Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia








