Tak Sekadar Bansos, TKN Kompas Nusantara dan Mitra Tebar Persaudaraan dari Medan ke Banda Aceh

0
88

BANDA ACEH | GeberNews.com — Perjalanan rombongan TKN Kompas Nusantara dari Medan menuju Banda Aceh bukan sekadar membawa bantuan sosial (bansos). Lebih dari itu, perjalanan tersebut membawa pesan tentang kepedulian, persaudaraan dan persatuan yang diwujudkan melalui aksi nyata.

Bersama Yayasan Lansia Merdeka Indonesia (YLMI), Salur Kasih Indonesia (SKI), Komunitas Indonesia Semua Suku (KISS) serta jajaran Pomdam Iskandar Muda, TKN Kompas Nusantara menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat dan Pondok Pesantren Abu Lueng Ie Al Aziziyah, Banda Aceh, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari momentum memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bantuan diberikan kepada masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk para pengemudi ojek online (ojol). Kedatangan rombongan dari Medan mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan jajaran Pomdam Iskandar Muda.

Ketua Umum DPP TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen organisasinya untuk terus membangun kepedulian di tengah masyarakat.

“Berbuat baik itu harus, dan menjadi orang baik itu penting. Apa yang kita buat akan kembali kepada kita. Karena itu, mari kita terus berbagi dan peduli kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Adi Warman Lubis.

Menurut Adi, kegiatan sosial tidak boleh dipandang hanya sebatas penyaluran bantuan berupa kebutuhan sehari-hari. Lebih jauh, kegiatan seperti ini menjadi sarana untuk membangun komunikasi, mempererat hubungan antarmasyarakat dan menumbuhkan rasa persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.

“Bagi kami, bantuan yang diberikan memang penting, tetapi ada hal yang jauh lebih besar dari itu, yaitu bagaimana kita hadir di tengah masyarakat. Kita ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal jarak. Walaupun kami berangkat dari Medan menuju Banda Aceh, niatnya tetap satu, yakni berbagi dan membangun persaudaraan,” katanya.

Adi menambahkan, perjalanan dari Medan ke Banda Aceh memiliki makna tersendiri. Bantuan yang disalurkan memang menjadi tujuan utama, namun silaturahmi dan membangun persaudaraan antarmasyarakat juga menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.

“Kita datang bukan untuk melihat perbedaan. Kita datang untuk melihat persamaan bahwa kita semua adalah bagian dari keluarga besar Indonesia. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan, maka sudah sepatutnya kita bergandengan tangan untuk membantu,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat menjadi contoh bahwa organisasi, komunitas, masyarakat dan berbagai elemen lainnya dapat bersatu dalam kegiatan positif.

“Jangan pernah berpikir bahwa kebaikan itu kecil. Sekecil apa pun bantuan yang kita berikan, kalau dilakukan dengan ketulusan, pasti memiliki arti bagi orang lain. Karena itu, mari kita terus menjaga semangat gotong royong dan kepedulian,” tambah Adi.

Dukungan YLMI dan SKI

Dukungan dalam kegiatan sosial itu turut diberikan Yayasan Lansia Merdeka Indonesia (YLMI) yang dipimpin Dr. Hartono Tjandra.

YLMI memberikan bantuan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sosial tersebut. Dukungan itu dinilai menjadi wujud kepedulian sekaligus memperkuat kolaborasi lintas organisasi dalam aksi kemanusiaan.

Dr. Hartono Tjandra mengatakan, kegiatan sosial harus diarahkan agar bantuan yang diberikan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, kepedulian terhadap sesama tidak seharusnya dibatasi oleh wilayah maupun latar belakang masyarakat.

“Bantuan sosial ini bukan hanya soal apa yang kita berikan, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun kepedulian. Kita ingin masyarakat yang menerima bantuan merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Masih banyak pihak yang peduli dan mau hadir bersama mereka,” ujar Hartono.

Ia mengatakan kolaborasi antara organisasi menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan.

“Kalau kita berjalan sendiri-sendiri, tentu kemampuan kita terbatas. Tetapi ketika kita bersatu, saling mendukung dan saling melengkapi, maka manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat akan jauh lebih besar,” katanya.

Hartono juga berharap kegiatan seperti itu tidak berhenti pada satu momentum saja.

“Kita berharap silaturahmi dan kerja sama ini dapat terus berlanjut. Tidak hanya pada saat peringatan hari besar nasional, tetapi kapan pun ada masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Salur Kasih Indonesia (SKI), Herman Wu, juga turut memberikan dukungan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kepedulian sosial tidak cukup hanya dengan rasa simpati, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Melihat orang membutuhkan bantuan tentu kita merasa prihatin. Tetapi rasa prihatin saja tidak cukup. Yang paling penting adalah bagaimana rasa itu kita ubah menjadi tindakan. Hari ini kita datang, berbagi dan memberikan bantuan. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” kata Herman.

Ia menilai kolaborasi yang dibangun dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian dapat menjadi jembatan yang menghubungkan banyak pihak.

“Tidak penting siapa yang paling besar kontribusinya. Yang terpenting adalah kita memiliki niat yang sama untuk membantu. Ketika semua bergerak bersama, maka kebaikan akan menjadi lebih luas,” katanya.

Kolaborasi antara TKN Kompas Nusantara, YLMI, SKI dan KISS diharapkan dapat memperluas gerakan kepedulian sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Turut hadir memberikan dukungan Sekretaris Jenderal SKI, Ibu Elly, yang ikut terlibat dalam rangkaian kegiatan sosial tersebut.

Akiong: Perbedaan Bukan Penghalang untuk Berbuat Baik

Semangat persatuan juga menjadi perhatian Ketua Komunitas Indonesia Semua Suku (KISS), Akiong.

Akiong menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, ras dan latar belakang merupakan kekuatan bangsa yang harus dirawat bersama.

Menurutnya, kegiatan sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat menjadi bukti bahwa perbedaan tidak semestinya menjadi alasan untuk menjaga jarak.

“Kita ini Indonesia. Kita memang berbeda-beda, ada perbedaan suku, agama, budaya dan latar belakang. Tetapi ketika berbicara tentang kemanusiaan, tidak ada lagi sekat-sekat itu. Kita semua memiliki kewajiban untuk saling membantu,” ujar Akiong.

Ia mengatakan KISS membawa semangat kebersamaan dan persaudaraan dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

“Kami dari KISS melihat kegiatan seperti ini sebagai sebuah momentum untuk memperkuat persaudaraan. Kita datang bukan untuk mempertanyakan siapa orangnya, dari mana asalnya atau apa latar belakangnya. Kita datang karena ada saudara kita yang membutuhkan perhatian,” katanya.

Akiong juga mengapresiasi perjalanan rombongan dari Medan menuju Banda Aceh.

“Jarak bukan menjadi penghalang ketika niat kita baik. Teman-teman dari Medan datang jauh-jauh ke Banda Aceh. Ini menunjukkan bahwa persaudaraan tidak mengenal batas wilayah. Kita bisa berbeda tempat tinggal, tetapi tetap satu sebagai anak bangsa,” ujarnya.

Menurut Akiong, Indonesia membutuhkan lebih banyak gerakan sosial yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Kalau kita terus memperbesar perbedaan, kita akan sulit bersatu. Tetapi kalau kita memperbesar rasa kemanusiaan, rasa saling menghormati dan kepedulian, saya yakin persatuan akan semakin kuat,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menginspirasi masyarakat lainnya untuk melakukan hal serupa.

“Mari kita jangan hanya berbicara tentang persatuan. Persatuan harus dibuktikan dengan tindakan. Salah satunya dengan saling membantu, saling menghargai dan hadir ketika saudara kita membutuhkan,” ucap Akiong.

Dukungan juga datang dari Alex Kiang yang turut mengambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.

Adi Warman Lubis kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan pihak yang telah memberikan dukungan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut membantu, khususnya para donatur. Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Ia juga mendoakan seluruh donatur agar diberikan kesehatan, umur panjang, kelapangan rezeki dan kesempatan untuk terus berbuat baik kepada sesama.

Pomdam Iskandar Muda Ajak Masyarakat Jaga Persatuan

Rombongan dari Medan selanjutnya mendapat sambutan dari jajaran Pomdam Iskandar Muda.

Hadir dalam kegiatan tersebut Danpomdam Iskandar Muda Kolonel CPM Imran Ilyas, SH., MH., Wadanpomdam Iskandar Muda Letkol CPM Darwin Nasution, SH., Dandim 0101 Banda Aceh serta Kecik Peniti Denny Candra.

Danpomdam Iskandar Muda Kolonel CPM Imran Ilyas mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, kegiatan sosial memiliki nilai penting dalam memperkuat hubungan antara masyarakat dan aparat.

“Kita harus tetap menjalin silaturahmi yang baik antara masyarakat dengan aparat penegak hukum maupun sebaliknya. Kita harus bersinergi dan saling mengasihi, menyayangi serta menghargai satu sama lain tanpa membedakan suku, ras, agama maupun warna kulit,” ujarnya.

Ia menilai kebersamaan menjadi salah satu modal utama dalam menjaga keamanan dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

“Ketika masyarakat dan aparat bisa saling berkomunikasi dengan baik, maka berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat kita hadapi bersama. Jangan sampai ada jarak antara masyarakat dengan aparat,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang dapat mengganggu persatuan.

“Kita ini adalah warga negara Republik Indonesia yang dilindungi UUD 1945. Jangan gampang terprovokasi. Mari kita berpedoman kepada UUD 1945 agar hubungan dan keharmonisan di antara kita tetap terjalin dengan baik,” tegasnya.

Kolonel Imran juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana yang aman dan kondusif.

“Perbedaan adalah sesuatu yang memang ada dalam kehidupan kita. Tetapi perbedaan jangan dijadikan sumber perpecahan. Justru dengan perbedaan kita bisa saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain,” katanya.

Masyarakat Sambut Hangat Bantuan

Suasana kegiatan berlangsung penuh haru dan suka cita. Masyarakat serta para pengemudi ojol tampak antusias menyambut kedatangan rombongan dari Medan.

Salah seorang warga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah datang dan memberikan bantuan.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada rombongan yang hadir dari beberapa komunitas yang jauh-jauh datang dari Kota Medan. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan sebagian rezekinya untuk kami,” ungkapnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Abu Lueng Ie Al Aziziyah juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian rombongan dari Sumatera Utara dan jajaran Pomdam Iskandar Muda.

Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga persaudaraan serta menciptakan suasana yang aman, nyaman dan kondusif.

“Kita harus saling menghormati, menyayangi, menjaga rasa aman, nyaman dan kondusif di mana pun kita berada. Kita adalah keluarga besar tanpa membedakan latar belakang, ras, warna kulit maupun suku. Kita adalah satu saudara,” katanya.

Kolaborasi Kebaikan Diharapkan Terus Berlanjut

Di penghujung kegiatan, Adi Warman Lubis kembali menyampaikan terima kasih kepada Danpomdam Iskandar Muda beserta seluruh jajaran yang telah memberikan tempat dan waktu sehingga kegiatan bansos dapat terlaksana.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Danpomdam Iskandar Muda dan jajaran. Semoga lain waktu kita bisa kembali berkolaborasi dalam berbuat kebaikan,” kata Adi.

Ia berharap kolaborasi antara organisasi sosial, komunitas, aparat dan masyarakat dapat terus dilanjutkan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Menurutnya, kekuatan terbesar dari sebuah kegiatan sosial bukan hanya terletak pada bantuan yang disalurkan, tetapi juga pada semakin banyaknya orang yang mau bergandengan tangan membantu sesama.

“Kita berharap kegiatan hari ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih besar ke depan. Kalau ada kesempatan, kita ingin kembali hadir dan melakukan kegiatan yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dari Medan menuju Banda Aceh, bantuan sosial itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar pemberian. Bantuan tersebut menjadi pesan persaudaraan bahwa Indonesia yang besar dibangun bukan hanya oleh perbedaan, tetapi juga oleh kesediaan untuk saling menghargai, membantu dan menjaga.

Semangat tersebut menjadi pesan utama dari perjalanan TKN Kompas Nusantara bersama para mitra dan komunitas: bahwa kebaikan tidak mengenal jarak, perbedaan bukan penghalang, dan persaudaraan akan semakin kuat ketika diwujudkan melalui tindakan nyata.

(Kawar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini