Polantas Menyapa Digencarkan, Dirlantas Polda Sumbar Tegaskan Polisi Harus Humanis, Bukan Sekadar Menindak

0
14

Padang | GeberNews.com — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat kembali mempertegas komitmennya membangun kepercayaan publik melalui program “Polantas Menyapa”, sebuah langkah nyata transformasi pelayanan Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan profesional kepada masyarakat pengguna jalan.

Program yang digelar pada Senin, 29 Juni 2026, tersebut menjadi bukti bahwa polisi lalu lintas kini tidak lagi hanya identik dengan penegakan hukum, tetapi hadir sebagai pelayan masyarakat yang aktif memberikan edukasi, solusi, perlindungan, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan seluruh pengguna jalan.

Dalam pelaksanaannya, personel Ditlantas Polda Sumbar turun langsung ke sejumlah titik strategis dengan tingkat mobilitas kendaraan yang tinggi. Mereka menyapa pengendara roda dua maupun roda empat, memberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan helm berstandar nasional, sabuk pengaman, kelengkapan surat kendaraan, hingga kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas sebagai upaya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan.

Selain memberikan penyuluhan, personel juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas guna memastikan aktivitas masyarakat berlangsung aman, tertib, nyaman, dan lancar, terutama pada kawasan yang rawan kepadatan kendaraan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan di bawah koordinasi jajaran Ka Induk Sumbar 2. Pendekatan persuasif yang diterapkan membuat masyarakat lebih nyaman berinteraksi dengan anggota kepolisian.

Program “Polantas Menyapa” juga menghadirkan pelayanan informasi terkait administrasi kendaraan bermotor, dokumen kendaraan, hingga informasi perpajakan kendaraan secara terbuka dan transparan.

Pelayanan jemput bola tersebut mendapat apresiasi positif dari masyarakat karena dinilai mampu memberikan kemudahan sekaligus mempercepat akses pelayanan kepolisian.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat.

“Kami ingin mengubah paradigma lama bahwa polisi lalu lintas identik dengan penindakan. Kini kami hadir lebih terbuka, lebih humanis, dan lebih dekat dengan masyarakat. Melalui ‘Polantas Menyapa’, setiap personel harus mampu menjadi pendengar yang baik sekaligus memberikan edukasi bahwa kepatuhan berlalu lintas adalah fondasi utama keselamatan bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pelayanan kepolisian harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan mengedepankan komunikasi yang baik, pelayanan cepat, serta mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Keselamatan bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi kebutuhan setiap pengguna jalan. Ketika masyarakat tertib berlalu lintas, maka mereka sedang melindungi diri sendiri, keluarga, dan pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi secara langsung di lapangan jauh lebih efektif karena masyarakat dapat berdialog, menyampaikan aspirasi, hingga mengutarakan berbagai keluhan yang dihadapi selama berkendara.

“Kami ingin masyarakat merasa nyaman ketika bertemu polisi. Kehadiran kami di jalan bukan semata-mata melakukan penindakan, tetapi juga memberikan pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pengguna jalan,” tambahnya.

Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq memastikan bahwa program “Polantas Menyapa” akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan di berbagai wilayah Sumatera Barat agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

“Program ini akan terus kami hadirkan di titik-titik strategis agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kami berharap budaya tertib berlalu lintas semakin tumbuh sehingga angka pelanggaran maupun kecelakaan dapat terus ditekan,” pungkasnya.

Melalui inovasi pelayanan tersebut, Ditlantas Polda Sumatera Barat kembali menunjukkan keseriusannya menghadirkan pelayanan publik yang profesional, modern, transparan, dan humanis. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan menjadi simbol pelayanan dan perlindungan, sekaligus memperkuat budaya keselamatan berlalu lintas demi terwujudnya keamanan, ketertiban, kelancaran, dan keselamatan di seluruh wilayah Sumatera Barat.

(Dodi Rikardo Sembiring)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini