Jakarta | GeberNews.com – Pakar hukum internasional dan ekonomi nasional Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sistem tata kelola ekonomi nasional melalui kebijakan Ekspor Satu Pintu (One Gate Export Policy).
Menurut Prof. Sutan, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk mempersempit ruang terjadinya kebocoran dalam pengelolaan ekspor Indonesia yang selama ini dinilai masih menghadapi berbagai tantangan.
“Siapa yang paling ketakutan dengan kebijakan ekspor satu pintu? Bukan rakyat, bukan petani, tetapi pihak-pihak yang selama ini menikmati celah dari lemahnya sistem pengawasan,” ujar Prof. Sutan saat dihubungi, Senin (15/6/2026).
Ia menilai, sistem satu pintu dalam ekspor dapat menjadi instrumen penting untuk meningkatkan transparansi, memperkuat pengawasan, serta memastikan manfaat kekayaan alam Indonesia lebih besar kembali kepada masyarakat.
“Ini bukan hanya soal perdagangan, tetapi menyangkut kedaulatan ekonomi bangsa. Tidak boleh ada lagi ruang bagi praktik yang merugikan negara dan rakyat,” tegasnya.
Prof. Sutan juga mengingatkan pentingnya pengawasan menyeluruh terhadap berbagai sektor strategis, mulai dari energi, hasil laut, pertanian, kehutanan, perkebunan hingga pertambangan.
Ia mengusulkan agar pemerintah memperkuat mekanisme audit dan pengawasan terhadap jalur ekspor berbagai komoditas penting seperti minyak dan gas bumi, batu bara, hasil perkebunan, hasil tani, perikanan, serta mineral.
“Dengan pengawasan yang kuat, harga dan tata niaga bisa lebih sehat. Negara mendapatkan manfaat maksimal, masyarakat juga merasakan dampaknya,” katanya.
Lebih lanjut, Prof. Sutan Nasomal mendorong keterlibatan lembaga negara terkait untuk melakukan evaluasi dan audit terhadap sistem ekspor nasional guna memastikan tidak ada kebocoran yang merugikan keuangan negara.
Menurutnya, setiap hasil kekayaan alam Indonesia harus dikelola dengan prinsip keadilan dan berpihak pada kepentingan nasional.
“Setiap rupiah dari kekayaan Indonesia adalah hak rakyat. Pengelolaan yang baik akan memperkuat ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH yang juga dikenal sebagai Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), serta Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS menyampaikan keyakinannya bahwa kepemimpinan yang tegas dapat membawa perubahan positif.
“Pintu keadilan ekonomi harus selalu terbuka untuk rakyat Indonesia. Kebijakan yang memperkuat pengawasan dan melindungi kepentingan bangsa adalah langkah yang harus didukung,” pungkasnya.
(Ril/Red)







